Memiliki website atau blog yang dioptimalkan untuk mesin pencarian (SEO) sangat penting agar dapat menjangkau lebih banyak pengguna. Dengan optimasi SEO yang baik, website akan mendapatkan peringkat yang lebih tinggi di mesin pencari sehingga bisa meningkatkan jumlah pengunjung dan tentunya memperbesar peluang konversi.
SEO (Search Engine Optimization) tidak terbatas hanya pada penggunaan kata kunci yang tepat, tetapi mencakup aspek teknis seperti kecepatan loading website, penggunaan struktur HTML yang benar dan pengalaman pengguna secara keseluruhan ketika menggunakan website ataupun blog.
Mesin pencari seperti Google dan lainnya menggunakan algoritma kompleks untuk menentukan peringkat suatu website berdasarkan berbagai faktor, sehingga penting untuk memahami bagaimana cara mengoptimalkan blog atau website.
Artikel ini akan membahas langkah-langkah dalam melakukan optimasi SEO ketika mengembangkan sebuah website atau blog, mulai dari penulisan kode yang baik hingga strategi lanjutan yang dapat membantu website atau blog anda mendapatkan peringkat lebih tinggi di mesin pencari.
Gunakan Struktur Kode HTML yang SEO-Friendly
Penggunaan struktur kode HTML yang baik dapat membantu mesin pencari memahami isi halaman dengan lebih baik dari sebuah website dan blog. Seorang developer pemula umumnya melupakan hal ini ketika mengembangan sebuah webiste dan blog. Padahal ada praktik-praktik baik yang bisa diterapkan untuk penggunaan struktur HTML.
Penggunaan struktur HTML yang baik dapat meningkatkan peringkat SEO di mesin pencari, dan memberikan pengalaman pengguna lebih baik.
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat kode HTML lebih SEO friendly:
Penggunaan struktur HTML yang utuh dan sesuai standar.
Untuk membuat sebuah halaman lebih mudah dipahami oleh crawler mesin pencari, gunakan tag HTML yang sesuai standar dan terstruktur. Kamu bisa menggunakan HTML5 versi terbaru dari HTML (Hypertext Markup Language).
HTML5 membawa banyak fitur, termasuk elemen semantik, dukungan multimedia, dan meningkatkan kinerja. HTML5 telah menjadi standar utama dalam pembuatan website modern.
Gunakan struktur HTML sesuai dengan yang sudah ditentukan, misalnya pada bagian badan konten tetap menggunakan tag <body></body>, penggunaan tag <header></header> untuk membuat konten kepala dari konten, penggunaan tag <nav></nav> untuk menampung tautan navigasi baik antar halaman atau dengan external navigasi.
Kemudian gunakan tag <main></main> untuk membungkus konten utama dari sebuah halaman, gunakan tag <articles></articles> untuk membungkus konten pribadi atau artikel yang akan dibuat di website anda.
Penggunaan Tag Heading Berjenjang dan Terstruktur
Tag heading (H1-H6) digunakan untuk memberikan struktur hirarki pada konten dari setiap halaman, baik halaman statis seperti landing page dari sebuah website atau sebuah halaman postingan di blog.
Mesin pencari menggunakan tag ini untuk memahami isi halaman dan menentukan relevansi terhadap kata kunci yang dicari pengguna.
Berikut aturan penggunaan tag heading yang ramah mesin pencari:
- Gunakan tag <h1> untuk judul utama. Tag <h1> hanya boleh digunakan sekali di setiap halaman.
- Gunakan <h2>, <h3>, dan seterusnya untuk sub judul dan pembagian konten menjadi bagian yang lebih kecil.
- Kata kunci utama sebaiknya dimasukkan dalam H1, sedangkan kata kunci turunan dapat dimasukkan dalam H2-H6.
Berikut contoh penggunaan tag heading berjenjang :
<h1>Strategi SEO untuk Website</h1> <h2>Pentingnya Menggunakan Heading yang Tepat</h2> <h3>Bagaimana Mesin Pencari Membaca Heading?</h3>
Optimasi Kecepatan Website untuk Meningkatkan Ranking SEO
Kecepatan loading website sangat berpengaruh pengalaman pengguna. Sebuah website atau blog yang baik biasanya memiliki waktu loading yang rendah atau dibawah 5 detik.
Pengguna biasanya cenderung untuk langsung keluar dari website atau blog yang memiliki waktu tunggu lama, sehingga hal ini membuat performa website atau blog menjadi tidak baik.
Hal ini berpengaruh pada SEO, mesin pencari akan mendeteksi berapa lama seorang pengguna bertahan pada sebuah website atau blog. Semakin lama pengguna berada pada website dan blog, maka akan semakin meningkat peringkat dari website atau blog di SEO.
Situs yang cepat lebih disukai oleh Google dan Pengunjung, sehingga meningkatkan retensi pengguna. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengoptimasi kecepatan website atau blog:
- Minifikasi CSS, JavaScript, dan HTML sehingga ukuran file menjadi lebih kecil dan akan berpengaruh kepada lama waktu loading konten.
- Gunakan caching browser supaya konten-konten statis yang ada pada website atau blog tidak dimuat berulang, tapi sudah disimpan pada browser.
- Optimasi gambar sehingga memiliki ukuran yang lebih kecil, tapi dengan tetap mempertimbangkan kualitas gambar. Menggunakan format WebP adalah salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengoptimasi gambar.
- Kurangi jumlah HTTP request , hal ini bisa dilakukan dengan membuat file yang perlu dimuat menjadi lebih sedikit, yaitu dengan cara menggabungkan file-file CSS ataupun JavaScript kedalam 1 file.
- Gunakan lazy loading untuk gambar dan video sehingga website tidak harus menunggu gambar/video tersebut untuk termuat terlebih dahulu baru bisa ditampilkan ke pengguna.
Buat Website Menjadi Lebih Mobile-friendly dan Responsif
Sebagian besar pengguna internet mengakses situs melalui perangkat mobile, jadi sangat penting bagi sebuah website ataupun blog untuk memiliki desain yang mobile friendly atau ramah terhadap pengguna mobile.
Website yang mobile friendly berarti semua fitur yang ada pada sebuah website bisa berfungsi dengan baik pada perangkat handphone, semua konten termuat dengan jelas dan interaksi pengguna lewat handphone misalnya scrolling dan lain-lain berjalan dengan baik.
Hal ini membuat pengguna tetap nyaman membuka website atau blog dari perangkat handphone.
Google juga menerapkan sebuah sistem bernama mobile-first-indexing untuk menentukan peringkat website. Sebuah website atau blog yang memiliki tampilan mobile friendly akan diprioritaskan oleh mesin pencari Google untuk ditampilkan pada peringkat atas hasil pencarian, terutama jika pencarian dilakukan melalui perangkat mobile juga.
Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat website menjadi lebih mobile friendly atau responsif:
- Gunakan desain responsive dengan media query, hal ini bertujuan untuk menentukan ukuran sebuah komponen di ukuran layar tertentu.
- Pastikan teks yang ditampilkan dapat dibaca tanpa harus memperbesar layar, sesuaikan ukuran teks untuk masing-masing ukuran layar.
- Gunakan tombol dengan ukuran yang sesuai untuk layar sentuh, sehingga tidak menyulitkan pengguna untuk mengetuk sebuah tombol.
Optimasi Penggunaan Meta Tags dan URL
Meta tags adalah elemen HTML yang berisi informasi metadata tentang halaman web. Informasi ini tidak terlihat langsung di halaman website, tetapi digunakan oleh browser, mesin pencari, dan media sosial untuk memahami isi halaman website.
Berikut adalah contoh penggunaan meta tags:
<head> <meta charset="UTF-8"> <!-- Menentukan encoding karakter --> <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0"> <!-- Membuat halaman responsif --> <meta name="description" content="Ini adalah contoh meta tags dalam HTML."> <!-- Deskripsi untuk SEO --> <meta name="keywords" content="HTML, meta tags, SEO, website"> <!-- Kata kunci untuk SEO --> <meta name="author" content="Nama Anda"> <!-- Menunjukkan penulis halaman --> <!-- Meta Tag untuk Media Sosial (Open Graph) --> <meta property="og:title" content="Judul Halaman Web"> <meta property="og:description" content="Deskripsi singkat tentang halaman ini."> <meta property="og:image" content="https://example.com/gambar.jpg"> <meta property="og:url" content="https://example.com"> </head>
Selain penggunaan meta tags, kamu juga bisa menggunakan URL untuk optimasi SEO pada website atau blog. URL yang SEO friendly mempermudah indeksasi oleh mesin pencari sekaligus mempermudah keterbacaan oleh pengguna.
Pada saat menyusun mekanisme untuk men-generate URL, pastikan URL yang akan tergenerate pendek dan deskriptif (misal: example.com/optimasi-seo bukan example.com/p?id=123).
Optimasi Gambar Menggunakan Alt Text
Melakukan optimasi gambar bukan hanya bisa dilakukan membuat ukuran gambar menjadi lebih kecil, tapi juga bisa dilakukan dengan memberikan alt text pada setiap gambar yang digunakan.
Alt text membantu mesin pencari memahami isi gambar dan meningkatkan aksesibilitas bagi pengguna yang memiliki keterbatasan visual.
Selain itu penggunaan alt text pada gambar juga membuat gambar yang kamu tambahkan akan muncul di mesin pencari gambar, misalnya Google Image ataupun lainnya.
Ketika menggunakan alt text, pastikan kamu menggunakan alt text yang deskriptif dan mengandung kata kunci jika relevan. Kemudian hindari keyword stuffing atau kata kunci yang terlalu banyak pada alt text.
Berikut adalah contoh penggunaan alt text pada gambar di HTML:
<img src="seo-optimization.jpg" alt="Optimasi SEO website untuk peringkat tinggi">
Penggunaan Sitemap XML dan Robots.txt untuk Indexing
Sitemap.xml adalah sebuah file standar yang ditentukan untuk membuat peta dari sebuah situs. File ini berisi daftar link dari semua halaman yang ada dalam sebuah website atau blog.
File ini biasanya perlu di submit ke Google Search Console supaya Google Search Console mengetahui seluruh link yang ada pada sebuah website dan bisa melakukan indexing semua halaman-halaman tersebut.
Pada blog, biasanya para developer membuat file Sitemap.xml dinamis atau terus bertambah secara otomatis ketika ada artikel, postingan ataupun halaman baru yang ditambahkan pada website tersebut.
Sedangkan Robots.txt adalah sebuah file standar yang digunakan untuk mengontrol crawler dari mesin pencari. Dengan file Robots.txt ini developer bisa mengatur halaman atau bagian yang bisa/perlu diindeks oleh mesin pencari dan sebaliknya.
Penggunaan Structured Data (Schema Markup)
Schema markup membantu mesin pencari menampilkan rich snippets di hasil pencarian. Schema markup mengatur informasi apa saja yang akan ditampilkan pada hasil pencarian.
Dengan menggunakan schema markup kamu bisa mengatur headline, snippets dan informasi lain yang menarik yang akan ditampilkan pada hasil pencarian di mesin pencari. Dengan begitu, kamu bisa mengatur kemungkinan pengguna untuk mengetuk halaman atau postingan dari website kamu.
Kamu bisa menggunakan “JSON-LD” untuk menambahkan structured data pada halaman dari sebuah website ataupun blog. Kemudian kamu memvalidasi markup dengan Google Structured Data Testing Tool.
Schema markup membantu mesin pencari memahami konten dengan lebih baik, berikut adalah contoh dari schema markup:
{ "@context": "https://schema.org", "@type": "BlogPosting", "headline": "Optimasi Website atau Blog untuk SEO", "author": { "@type": "Person", "name": "Nama Anda" }, "datePublished": "2025-03-03" }
Kesimpulan untuk Optimasi SEO Saat Mengembangkan Website
Optimasi SEO adalah proses berkelanjutan yang mencakup aspek teknis, konten, dan pengalaman pengguna. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, website atau blog akan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan peringkat tinggi di mesin pencarian.
Selain itu, teruslah memperbaharui strategi SEO sesuai dengan perubahan algoritma Google agar tetap relevan dan kompetitif. SEO yang efektif akan membantu meningkatkan visibilitas, kredibilitas, dan pertumbuhan jangka panjang dari website atau blog.